Tingkat cyber aggression pada siswa sekolah menengah pertama
-
Published: September 3, 2025
-
Page: 292-304
Abstract
Cyber aggression merupakan perilaku agresif secara online yang bertujuan menyakiti seseorang secara psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku cyber aggression pada siswa berdasarkan faktor penyebabnya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode deskriptif dengan melibatkan 125 orang siswa SMP dengan sampel yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yag digunakan adalah cyber aggression typology questionnaire (CATQ) dengan nilai realibilitas cronbach alpha sebesar 0,941. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku cyber aggression pada siswa secara keseluruhan berada pada kategori rendah. Cyber aggression berdasarkan faktor (1) Rage (Kemarahan) berada pada kategori sedang, (2) Reward (Penghargaan) berada pada kategori sedang, (3) Recreation (Kesenangan) berada pada kategori sangat rendah dan (4) Revenge (Pembalasan) berada pada kategori sangat rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyber aggression siswa secara umum berada pada kategori rendah, dengan aspek rage dan reward tergolong sedang. Beradasarkan hasil penelitian ini layanan yang dapat diberikan oleh guru BK untuk mencegah perilaku cyber aggression yaitu dengan memberikan layanan konseling individual, bimbingan kelompok dan konseling kelompok.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Allen, K., Kern, M. L., Vella-Brodrick, D., Hattie, J., & Waters, L. (2018). What Schools Need to Know About Fostering School Belonging: a Meta-analysis. Educational Psychology Review, 30(1), 1–34. https://doi.org/10.1007/s10648-016-9389-8
- Álvarez-garcía, D., Nú, J. C., & González, A. D. (2015). Risk factors associated with cybervictimization in adolescence. https://doi.org/10.1016/j.ijchp.2015.03.002
- Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). (2022). Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet. Retrieved June 10, 2025, From:https://apjii.or.id/survei/surveiprofilinternetindonesia2022-21072047 Indonesia.
- Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). (2023). Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet. Retrieved June 10, 2025, From:https://apjii.or.id/gudang-data/adart-dan-peraturan-asosiasi Indonesia.
- Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). (2024). Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Retrieved June 10, 2025, From:https://apjii.or.id/gudang-data/adart-dan-peraturan-asosiasi Indonesia..
- Azizah, D. M., Hanifah, N., & Muallifah, M. (2024). Konseling individu: Intervensi efektif mengatasi bullying dengan pendekatan reality therapy. Al-Musyrif: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 7(1), 111-122.
- Barlett, C. P., & Gentile, D. A. (2012). Attacking others online: The formation of cyberbullying behavior through social learning theory. Computers in Human Behavior, 28(2), 437–444.
- Bjørnebekk, G., & Howard, R. (2012). Validation of a Motivation-based Typology of Angry Aggression among Antisocial Youths in Norway. Behavioral Sciences and the Law, 30(2), 167–180. https://doi.org/10.1002/bsl.2007
- Chamizo-Nieto, M. T., Rey, L., & Pellitteri, J. (2020). gratitude and emotional intelligence as protective factors against cyber-aggression: analysis of a mediation model. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(12), 4475. http://dx.doi.org/10.3390/ijerph17124475
- Farisandy, E. D., Gunawan, S., Anastasia, V., & Kaihatu, M. (2023). Gambaran Cyber-Aggression Remaja Pengguna Fake Account Di Media Sosial, 1(03), 105–117.
- Febriana, W., & Zulida, N. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku agresif pada remaja pengguna media sosial. Jurnal Psikologi Insight, 3(2), 79–90.
- Hertz, M. F., & David-Ferdon, C. (2009). Electronic Media and Youth Violence: A CDC Issue Brief for Educators and Caregivers is a publication of the Centers for Disease Control and Prevention’s National Center for Chronic Disease Prevention and Health Promotion, the National Center for Injury Pr.
- Hurlock, E. B. (2004). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
- Khairati, A., & Ifdil, I. (2024). Description of internet gaming disorder in students, 9(2023), 1–12. https://doi.org/10.23916/0020240947530
- Kusumastuti, D., & Mastuti, E. (2019). Hubungan kecerdasan emosional dengan perilaku agresi elektronik pada remaja pengguna media sosial. Jurnal Psikologi Pendidikan Dan Perkembangan, 8, 10–20.
- Muryono, S., Ifdil, I., Syahputra, Y., Rangka, I. B., & Suranata, K. (2022). Social comparison; gender analysis, social media accounts, and instagram followers Corresponding Author, 8(4), 1319–1327.
- Nursanti, F. A. (2020). Pengembangan e-modul bimbingan kelompok teknik homeroom untuk mencegah cyberbullying pada siswa SMP. Unpublished master's thesis]. Universitas Pendidikan Indonesia.
- Puspita, E. A., Hartanti, J., & Mufidah, E. F. (2023). Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Sosiodrama Terhadap Perilaku Cyber Bullying Pada Remaja. Edu Consilium: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, 4(1), 76-86.
- Putri, D. A., Yendi, F. M., Taufik, T., & Yuca, V. (2019). Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) Guidelines To Reduce Student Aggressiveness. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 4(3), 83-88.
- Pyzalski, J. (2011). Electronic Aggression among Adolescents, (January 2011), 278–295. https://doi.org/10.4018/978-1-60960-209-3.ch016
- Runions, K., Bak, M., & Shaw, T. (2016). Disentangling Functions of Online Aggression : The Cyber-Aggression Typology Questionnaire ( CATQ ). Aggressive behavior, 9999(April), 1–11. https://doi.org/10.1002/ab.21663
- Runions, K. C., & Bak, M. (2015). Online Moral Disengagement, Cyberbullying, and Cyber-Aggression. Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking, 18(7), 400–405. https://doi.org/10.1089/cyber.2014.0670
- Runions, K. C. (2013). Toward a Conceptual Model of Motive and Self-Control in Cyber-Aggression: Rage, Revenge, Reward, and Recreation. Journal of Youth and Adolescence, 42(5), 751–771.
- Santrock, J. W. (2007). Perkembangan Remaja. Jakarta: Penerbit Erlangga.
- Sriwahyuningsih, V., Yusuf, A. M., & Daharnis, D. (2016). Hubungan Prasangka dan Frustrasi dengan Perilaku Agresif Remaja. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 2(2), 38-51.
- Vandebosch, H., & Van Cleemput, K. (2009). Cyberbullying among youngsters: Profiles of bullies and victims. New Media & Society, 11(8), 1349–1371
- Wattimena, G. H. J. A., Ramadhani, Y. D., & Marsetio, M. (2022). Second Account Instagram sebagai Ruang Ekspresi Generasi Milenial. Jurnal Pewarta Indonesia, 4(2), 212–222. https://doi.org/10.25008/jpi.v4i2.119
- Widiastuti, T. (2016). Rekayasa gambar diri remaja dalam mencapai pengakuan sosial di Instagram. Jurnal Ilmu Komunikasi, 14(3), 215-224.
- Williams, M., & Pearson,O. (2016). Hatecrime and bullying in the age of social media conference report. Social Data Science Lab
- Wright, M.F., & Sebastian, W. (2017). Does parental mediation of technology use moderate the associations between cyber aggression involvement and substance use? a three-year longitudinal study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 16, (2425).
- Yendi, F. M., Ardi, Z., & Ifdil, I. (2014). Counseling Services for Women in Marriage Age. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 2(3), 31–36
- Yusuf, A.M. (2014). Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan. Jakarta: Prenada media Group