Kenakalan Remaja dalam Perspektif Relasi Teman Sebaya: Studi Kualitatif Fenomenologis
-
Published: January 3, 2026
-
Page: 100-112
Abstract
Kenakalan remaja merupakan salah satu fenomena sosial yang kerap muncul pada masa perkembangan siswa remaja, terutama dipicu oleh pengaruh teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk-bentuk kenakalan remaja di SMP Negeri 13 Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui subjek yang diambil secara snowball sampling dari siswa yang pernah terlibat melakukan kenakalan, serta guru BK di SMP Negeri 13 Medan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik anaklisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan; 1) bentuk kenakalan siswa berupa, bolos, mencontek, berbicara kasar, merokok, berkelahi, dan mengganggu proses belajar; 2) Proses terjadinya kenakalan umumnya berawal dari pengaruh teman sebaya, dimana siswa terdorong mengikuti perilaku kelompok demi memperoleh penerimaan sosial; 3) strategi penolakan ajakan kenakalan dilakukan siswa dengan menghindari kelompok tertentu, bersikap asertif, maupun mencari dukungan dari teman yang lebih positif; 4) guru BK berperan penting memberikan layanan konseling, pembinaan, serta menjalin kerja sama dengan guru mata pelajaran dan orang tua dalam mengawasi serta membimbing siswa. Dapat disimpulkan, pengaruh teman sebaya sangat kuat terhadap munculnya kenakalan, namun dapat diminimalisir melalui penguatan keterampilan asertivitas siswa, peningkatan dukungan sosial positif, dan optimalisasi peran guru BK.
- Kenakalan Remaja
- Teman Sebaya
- Siswa SMP
- Bimbingan Konseling
- Pengalaman Siswa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Aderia, C. R., & Nasution, F. Z. (2024). Pengaruh Peran Teman Sebaya Terhadap Kenakalan Remaja di SMK Swasta Mandiri. Psikologi Jurnal, 1(2), 208–215. https://doi.org/10.36569/jmm.v14i02.353
- Alberti, R. E., & Emmons, M. L. (2017). Your Perfect Right: Assertiveness and Equality in Your Life and Relationships (10th ed.). New Harbinger Publications.
- Alifa, N. (2024). Analisis Dinamika Sosial Terhadap Kenakalan Remaja SMP (Studi Kasus di UPT SMP Negeri 4 Masamba) (Issue February). Universitas Muhamamdiyah Makassar.
- Bandura, A. (1986). Social Foundations of Thought and Action: A Social Cognitive Theory. Prentice-Hall.
- Bandura, A. (1997). Self Efficacy: The Exercise of Control. W.H. Freeman and Company.
- Bandura, A. (2001). Social cognitive theory: An agentic perspective. Annual Review of Psychology, 52, 1–26. https://doi.org/10.1146/annurev.psych.52.1.1
- Brown, B. B., & Larson, J. (2009). Peer Relationships in Adolescence: Handbook of Adolescent Psychology (R. M. Lerner & L. Steinberg (eds.); 3rd ed., pp. 74–103). Wiley.
- Brown, B. B., Bakken, J. P., Ameringer, S. W., & Mahon, S. D. (2008). A comprehensive conceptualization of the peer influence process in adolescence BT - Understanding Peer Influence in Children and Adolescents (M. J. Prinstein & K. A. Dodge (eds.); pp. 17–44). Guilford Press.
- Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
- Gottfredson, M. R., & Hirschi, T. (1990). A General Theory of Crime. Stanford University Press.
- Hasibuan, A. D. (2023). Metodologi Penelitian: Teori dan Praktik Riset Bimbingan dan Konseling. Merdeka Kreasi.
- Hirschi, T. (2002). Causes of Delinquency. Transaction Publishers.
- Hurlock, E. B. (2011). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (5th ed.). Erlangga.
- Jasmiara, M., & Herdiansah, A. G. (2021). Kenakalan Remaja di Kalangan Siswa Sekolah Menengah Atas di Bandung: Studi Pendahuluan. Aliansi: Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional, 2021(September), 169–174.
- Kartono, K. (2017). Patologi Sosial 2: Kenakalan Remaja. Rajawali Pers.
- Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
- Prayitno, & Amti, E. (2018). Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Rineka Cipta.
- Putranto, R. (2016). Kenakalan Remaja di Perkotaan (Studi Tentang Hubungan Antara Interaksi Sosial Antarteman Sebaya dan Kontrol Sosial Sekolah Di SMPN Terbuka Surabaya). Journal Unair, 5(1), 18.
- Putri, A. N. (2018). Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Perilaku Kenakalan Remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan Dan Konseling, 4(2), 112–121.
- Santrock, J. W. (2019). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill.
- Saputra, W. N. E. (2020). Peran guru bimbingan dan konseling dalam penanganan kenakalan remaja di sekolah. Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia, 5(1), 15–24. https://doi.org/10.21009/jbki.051.03
- Sofiatun, N. (2021). Hubungan Antara Konformitas Teman Sebaya Dengan Kenakalan Remaja Di SMPN 2 Bunut [UIN Sultan Suyarif Kasim]. https://repository.uin-suska.ac.id/54832/1/.pdf
- Steinberg, L. (2017). Adolescence (11th ed.). McGraw-Hill Education.
- Steinberg, L., & Monahan, K. C. (2007). Age differences in resistance to peer influence. Developmental Psychology, 43(6), 1531–1543. https://doi.org/10.1037/0012-1649.43.6.1531
- Surya, M. (2015). Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Alfabeta.
- Suryani, I. (2020). Hubungan Peran Teman Sebaya dengan Kenakalan Remaja. Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 4(3), 56–64.
- Tianingrum, N. A. dan U. N. (2019). Pengaruh Teman Sebaya terhadap Perilaku Kenakalan Remaja Sekolah di Samarinda. Jurnal Dunia Kesmas, 8, 275–282.
- Wentzel, K. R. (2017). Peer relationships, motivation, and academic performance at school BT- Handbook of Competence and Motivation (A. J. Elliot, C. S. Dweck, & D. S. Yeager (eds.); 2nd ed., pp. 586–603). Guilford Press.
- Yusuf, S., & Nurihsan, J. (2019). Teori Kepribadian dan Konseling. Remaja Rosdakarya.
- Zein, N. H., & Siregar, M. F. Z. (2024). Faktor-faktor Kenakalan Remaja pada Remaja Usia 13-15 Tahun. Journal of Educational Research and Humaniora (JERH), 2, 32–42. https://doi.org/10.51178/jerh.v2i2.2034
- Zimmerman, B. J., & Arunkumar, R. (1994). Resiliency research: Implications for schools and policy. Social Policy Report, 8(4), 1–17.